Dalam beberapa hari terakhir, ketika COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi global dan negara-negara telah mengambil langkah-langkah mendesak untuk membendung penyebaran infeksi, saya berharap dapat mengatakan bahwa dorongan pertama dari hati saya adalah untuk berdoa. Tapi sejujurnya yang saya lakukan terus menerus adalah melihat berita di feeds (media sosial) saya.

Krisis ini sungguh menyulitkan, dan saya merasa tidak berdaya. Tetapi mungkin merasa tidak berdaya adalah cara terbaik yang mengingatkan kita untuk berdoa. Doa adalah cara kita secara aktif mempraktikkan kepercayaan, dengan bahasa yang sederhana dan keyakinan, bahwa Tuhan memegang seluruh dunia dalam tangan-Nya. Di situlah kita "menyatakan dalam segala hal keinginan kita kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur" (Fil.4: 6–7, TB). Doa bukanlah pilihan terakhir bagi umat kepunyaan Allah. Ini adalah langkah awal kita.

Untuk itu, saya telah membuat daftar 20 pokok doa untuk didoakan selama pandemi ini. Masing-masing ditujukan kepada kebutuhan komunitas tertentu. Untungnya, saya adalah anggota dari sebuah gereja yang beranggotakan banyak petugas medis, dan beberapa di antaranya telah memberi saya masukan mengenai kebutuhan mereka untuk didoakan. Saya telah menaruh masukan-masukan mereka di sini. Saya juga memikirkan tentang bagaimana keadaan kita semua yang terkena dampak krisis saat ini.

Tentu saja daftar ini kurang lengkap, tetapi setidaknya bisa menjadi awal yang baik. Harapan saya adalah ini dapat menjadi kata-kata untuk kita ucapkan ketika kita berdoa bersama (juga secara virtual!) sebagai persekutuan gereja. Kita percaya ada Tuhan yang mendengarkan, dan marilah kita berdoa:

1. Untuk mereka yang sakit dan yang terinfeksi: Ya Tuhan, sembuhkan dan tolonglah. Berikanlah kekuatan untuk tubuh dan roh mereka. Kendalikanlah penyebaran penyakit ini.

2. Untuk populasi yang rentan terinfeksi: Ya Tuhan, lindungilah para orang tua kami dan juga mereka yang menderita penyakit-penyakit kronis. Sediakanlah kebutuhan bagi mereka yang miskin dan yang kurang mampu.

3. Untuk anak-anak muda dan mereka yang masih kuat: Ya Tuhan, berikanlah mereka kesadaran untuk menjaga diri mereka, agar supaya mereka tidak dengan tidak sengaja menyebarkan virus ini. Berikanlah mereka keinginan untuk membantu.

4. Untuk pemerintah daerah dan pemerintah pusat: Ya Tuhan, sertailah pemimpin-pemimpin kami dalam mereka menyediakan kebutuhan negeri kami untuk memerangi pandemi ini. Bantulah mereka untuk bisa menyediakan pemeriksaan (kesehatan) yang dibutuhkan.

5. Untuk para peneliti ilmiah kami, dalam upayanya untuk lebih memahami tentang penyakit ini, juga untuk menyebarkan informasi: Ya Tuhan, berilah mereka pengetahuan, kebijaksanaan, dan juga keyakinan dalam berkata-kata.

6. Untuk media yang berkomitmen untuk menyediakan informasi terkini: Ya Tuhan, bantulah mereka untuk dapat berkomunikasi dengan cara yang tepat, tanpa menimbulkan kepanikan.

7. Untuk pengguna media yang ingin mendapatkan informasi lengkap: Ya Tuhan, bantulah kami mendapatkan informasi yang sesuai dan yang bisa menjadikan kami anggota masyarakat yang baik. Jauhkanlah kami dari rasa cemas dan kepanikan, dan bantulah kami untuk bisa bertindak sesuai dengan peraturan yang ditetapkan dengan tulus hati.

8. Bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan mental yang merasa terisolasi, cemas, dan tak berdaya: Ya Tuhan, berikanlah mereka dukungan yang mereka butuhkan.

9. Untuk para tunawisma yang tidak dapat melakukan protokol social distancing (jaga jarak sosial) di tempat penampungan mereka: Ya Tuhan, lindungilah mereka dari sakit penyakit, dan sediakanlah tempat penampungan yang bisa diisolasi di setiap kota.

10. Untuk turis mancanegara yang terjebak di negara asing: Ya Tuhan, bantulah mereka supaya secepatnya bisa pulang dengan selamat.

11. Untuk para misionaris Kristen di seluruh dunia, terutama di daerah-daerah dengan tingkat infeksi yang tinggi: Ya Tuhan, berikanlah mereka kata-kata penuh pengharapan, dan perlengkapi mereka untuk mengasihi dan melayani orang-orang yang ada di sekitar mereka.

12. Bagi para pekerja di berbagai perusahaan yang di-PHK dan yang mengalami kesulitan keuangan: Ya Tuhan, jauhkanlah mereka dari kepanikan, dan doronglah gereja-Mu untuk bermurah hati menolong mereka.

13. Bagi keluarga yang memiliki anak kecil di rumah untuk waktu yang lama: Ya Tuhan, bantulah para ayah dan ibu untuk dapat bersama-sama merawat dan menjaga pertumbuhan anak-anak mereka, dengan cara-cara yang kreatif. Untuk para single parent, berikanlah mereka jaringan orang-orang yang bisa membantu mereka.

14. Untuk orang tua yang tidak dapat tinggal di rumah karena harus bekerja, dan harus tetap mengurus anak-anak mereka: Ya Tuhan, berikanlah mereka solusi dengan ide-ide yang kreatif.

15. Bagi mereka yang membutuhkan perawatan dan terapi rutin, yang sekarang harus tertunda: Ya Tuhan, bantulah mereka untuk tetap sabar dan berpikir positif.

16. Bagi para pemimpin di bidang bisnis yang harus membuat keputusan sulit, sehingga mempengaruhi kehidupan karyawan mereka: Ya Tuhan, berikanlah hikmat kepada mereka, dan bantulah mereka untuk memimpin dengan penuh pengorbanan.

17. Untuk para pendeta dan pemimpin gereja yang harus melakukan social distancing (jaga jarak sosial): Ya Tuhan, bantulah mereka menggembalakan jemaat dengan cara-cara yang kreatif dan untuk menaruh kasih atas kota mereka.

18. Untuk para siswa dan mahasiswa, yang metode belajarnya berubah, magangnya dibatalkan, wisudanya tidak pasti: Ya Tuhan, tunjukkanlah kepada mereka untuk menaruh kepercayaan kepada-Mu di saat hidup penuh dengan ketidakpastian.

19. Untuk orang-orang Kristen di semua lingkungan, komunitas, dan kota: Semoga Roh Kudus-Mu mengilhami kami untuk senantiasa berdoa, hidup memberi, mencintai, melayani, dan memberitakan Injil, agar nama Yesus Kristus dimuliakan di seluruh dunia.

20. Untuk para petugas kesehatan di garda depan, kami bersyukur kepada-Mu atas panggilan hidup mereka untuk melayani kami. Kami juga berdoa:

  • Ya Tuhan, jagalah mereka agar tetap aman dan sehat. Jagalah agar keluarga mereka aman dan sehat.
  • Ya Tuhan, bantulah mereka untuk memiliki pengertian tentang penanganan penyakit ini, serta tentang protokol yang berubah-ubah.
  • Ya Tuhan, bantulah mereka untuk tetap berpikiran jernih di tengah kepanikan di sekitarnya.
  • Ya Tuhan, bebaskanlah mereka dari kegelisahan memikirkan orang-orang yang mereka cintai (orang tua yang sudah lanjut usia, anak-anak, pasangan hidup, teman sekamar).
  • Ya Tuhan, biarlah mereka dapat merawat setiap pasien mereka dengan penuh belas kasih.
  • Ya Tuhan, penuhilah kebutuhan finansial mereka, terutama jika mereka jatuh sakit dan tidak dapat bekerja.
  • Ya Tuhan, tolonglah orang-orang Kristen yang ada dalam pelayanan kesehatan untuk dapat menunjukkan kedamaian, sehingga banyak orang akan bertanya tentang alasan pengharapan mereka. Berilah mereka kesempatan untuk dapat memberitakan Injil.

Ya Tuhan, kami percaya bahwa Engkau baik dan Engkau senantiasa melakukan hal-hal baik. Ajarlah kami untuk tetap setia kepada-Mu dalam masa-masa sulit ini. Tolonglah kami untuk bisa meneladani Yesus, gembala kami yang setia, yang rela menyerahkan nyawa-Nya karena kasih-Nya. Biarlah nama Tuhan dimuliakan saat Engkau memperlengkapi kami untuk melakukan kehendak-Mu. Amin.

Jen Pollock Michel adalah penulis Teach Us to Want, Keeping Place, dan Surprised oleh Paradox. Ia tinggal bersama suaminya dan kelima anak-anaknya di Toronto. Bagian ini diadaptasi dari [blog]terbarunya(https://www.jenpollockmichel.com/blog).