Jump directly to the Content

News&Reporting

Baptis Selatan Akhirnya Merilis Daftar Pendeta, Membatalkan Cara Pendekatan Lama Terhadap Para Penyintas

Dibutuhkan banyak perubahan, kata para penyintas, tetapi pengacara yang baru memberi tanda-tanda harapan.
|
English
Baptis Selatan Akhirnya Merilis Daftar Pendeta, Membatalkan Cara Pendekatan Lama Terhadap Para Penyintas
Image: SBC EC / YouTube
Pengacara Gene Besen dan Scarlett Singleton Nokes bersama presiden sementara Komisi Eksekutif, Willie McLaurin (tengah)

Berhari-hari setelah laporan investigasi yang mengejutkan, Komite Eksekutif (KE) Southern Baptist Convention (SBC) memutuskan untuk melakukan apa yang ditolak oleh para pemimpin sebelumnya selama 15 tahun: merilis daftar pendeta yang secara kredibel dituduh melakukan pelecehan seksual.

Presiden KE Willie McLaurin diapit oleh dua orang pengacara baru dalam pertemuan melalui Zoom pada hari Selasa, membahas tanggapan awal KE. Mereka mengusulkan untuk segera mengeluarkan pernyataan yang menolak sikap meremehkan yang telah diambil oleh para pemimpin KE terhadap para korban di masa lalu dan mengumumkan daftar 700 tersangka pelaku pelecehan seksual yang dirahasiakan oleh mantan pemimpin.

Tindakan yang cepat ini kontras dengan pendekatan yang secara historis terekam dalam laporan investigasi dan pertemuan tahun lalu, di mana liabilitas yang meningkat menjadi pokok bahasan umum dan para pengacara memilih untuk menasihati para anggota pengurus dalam sesi tertutup.

“Kita telah menjadi terlalu familier dengan menggunakan teknik untuk memperlambat proses,” kata presiden SBC Ed Litton. “Kita harusnya sangat sadar bahwa dunia sedang memperhatikan, dan mereka tidak perlu melihat hal ini sebagai sesuatu yang biasa… kita harus melakukannya dengan benar.”

Dua pengacara dari Bradley Arant Boult Cummings LLP—Gene Besen dan Scarlett Singleton Nokes—awalnya hanya menjadi penasihat hukum luar di awal tahun. Mereka berbicara secara terbuka dalam pertemuan tersebut, di mana Nokes merefleksikan keyakinannya dan perlunya buah roh “kelemahlembutan” untuk mendorong kerja KE supaya masalah ini menjadi jelas.

Di Twitter, penyintas Jennifer Lyell menyebut ini “hal konsekuensial paling positif yang pernah terjadi di @sbcexeccomm dalam 20 tahun terakhir.”

Ini adalah pertama kalinya setelah sekian lama, KE diwakili oleh pengacara selain Jim Guenther dan Jaime Jordan. Mereka adalah bagian dari firma Nashville yang sudah bekerja sama dengan Southern Baptist Convention sejak 1955 namun mengundurkan diri selama investigasi. Mereka telah menyarankan agar KE tidak mengizinkan Guidepost Solutions mengakses materi yang tercakup dalam hak istimewa antara pengacara dengan klien.

“Dengan pemungutan suara yang mereka lakukan pada tahun 2021, para utusan SBC menuntut KE menghadapi kenyataan mengerikan terkait penyerangan seksual dan berhenti mengabaikan para penyintas. Dua pengacara dari Bradley yang mewakili KE adalah pakar dalam hal ini dan menawarkan nasihat yang sesuai dengan apa yang diperintahkan kepada mereka,” kata Adam Plant, seorang pengacara Alabama yang mengikuti kisah tersebut. “Akan tetapi mari kita perjelas, laporan ini mengungkap kebusukan yang tidak bisa diatasi hanya dengan memberikan nasihat hukum yang berbeda—dibutuhkan adanya perubahan sistemik.”

Namun, pertemuan itu menandakan apa yang diharapkan oleh para pengurus sebagai titik balik bagi organisasi Baptis Selatan. Salah satu pengacara yang baru, Besen, merujuk pada “mengubah arah,” dan presiden sementara yang baru, McLaurin, berbicara tentang “mengubah budaya.” Beberapa anggota pengurus menyebutnya sebagai kesempatan untuk melakukan hal yang benar.

Besen dan Nokes berasal dari Bradley, sebuah firma nasional yang berbasis di Birmingham. Nokes menjabat belasan tahun sebagai asisten Jaksa AS dan spesialis dalam Pasal IX dan investigasi penyerangan seksual.

Para pengacara sebelumnya dari Guenther, Jordan & Price, berfokus pada hukum nirlaba, perguruan tinggi, dan hukum pertanahan, dengan SBC sebagai klien utama selama lebih dari setengah abad. Guenther berusia 87 tahun ketika perusahaannya mengundurkan diri untuk mewakili KE tahun lalu. Minggu ini, situs webnya—gpjlaw.com—diprivat.

Guenther dan Jordan telah mengkritik laporan Guidepost Solutions karena salah paham tentang peran penasihat hukum dan, kata mereka, salah mengartikan motif para pemimpin KE yang telah bekerja bersama mereka selama beberapa dekade.

“Laporan itu berulang kali menyerang perusahaan kami karena menasihati Komite Eksekutif dan Southern Baptist Convention mengenai risiko yang dapat timbul dari berbagai tindakan,” kata mereka dalam sebuah pernyataan kepada Baptist Press.

Menurut laporan itu, mereka mengusulkan kemungkinan merilis ke publik daftar pendeta yang melakukan pelecehan. Guidepost menceritakan bagaimana Jordan telah menasihati mantan pemimpin KE dan penasihat umum Augie Boto pada tahun 2006 bahwa KE “dapat mempertimbangkan” untuk merilis daftar nasional pendeta yang melakukan pelecehan dan bahwa “mungkin sudah waktunya bagi pembuat kebijakan di SBC untuk berdiskusi.” Guenther juga menyarankan rencana untuk membuat tautan basis data dari situs web SBC. Boto menggagalkan upaya untuk menindaklanjuti saran-saran tersebut, meskipun dia sendiri menyimpan daftar ratusan nama itu.

Sebelum keterlibatannya selama beberapa dekade dengan KE, Boto adalah lulusan Baylor University dan pengacara di Dallas pada tahun 1980-an. Pada saat itu, ia terhubung dengan Paige Patterson di First Baptist Church Dallas ketika Kebangkitan Konservatif dimulai.

Boto mengatakan kepada penyelidik bahwa dia terus menentang gagasan basis data SBC karena alasan liabilitas. Tetapi banyak pemimpin SBC, termasuk presiden JD Greear dan Ed Litton, frustrasi dengan batasan liabilitas.

“Berulang kali menyembunyikan informasi yang dapat menghentikan para predator yang telah diketahui bisa melukai korban di masa depan adalah strategi hukum yang lebih berisiko dan sama sekali bertentangan dengan teladan Kristus,” kata Plant, yang merupakan praktisi hukum di Alabama.

Penasihat KE yang baru tidak melihat potensi liabilitas sebagai alasan untuk terus menahan daftar yang dimiliki Boto. Mereka telah memperoleh salinan dari Guidepost dan berencana untuk merilisnya pada hari Kamis.

“Saran saya kepada organisasi ini, kepada klien saya, Komite Eksekutif, adalah segera merilis daftar itu demi kepentingan bersama. Ini penting. Ini menjadi perhatian publik dan komunitas penyintas, dan kami akan segera melakukannya,” kata Besen.

Merilis daftar tersebut adalah sebuah langkah menuju transparansi tetapi kemungkinan besar tidak akan mengungkap banyak tersangka pelaku untuk pertama kalinya, karena laporan itu disusun terutama menggunakan laporan berita. Dari ratusan nama di daftar tersebut, Guidepost menemukan bahwa hanya sembilan pendeta yang masih aktif dalam pelayanan, dan hanya dua dari mereka yang berada di gereja-gereja SBC.

Besen juga mengatakan bahwa para pengacara berharap pengurus KE akan memberikan dukungan bulat pada pertemuan tahunan bulan depan terhadap rekomendasi yang dibuat oleh Satuan Tugas Pelecehan Seksual, yang mengawasi investigasi Guidepost.

Atas arahan KE, Guidepost terus menerima laporan melalui saluran telepon siaga (202-864-5578 atau SBChotline@guidepostsolutions.com) mulai sekarang hingga Juni, di mana konvensi tersebut akan mempertimbangkan potensi solusi jangka panjang untuk pelaporan pelecehan seksual.

Awal pekan ini, KE juga mengutuk surat Boto di tahun 2006 kepada penyintas Christa Brown di mana ia menulis bahwa “tidak akan positif atau bermanfaat” bagi KE untuk bekerja dengan pengacara penyintas.

Menurut pernyataan tersebut, KE “menolak sentimen ini sepenuhnya dan berusaha untuk secara terbuka bertobat atas kegagalannya untuk memperbaiki keadaan ini dan dengan sepenuh hati mendengarkan para penyintas.”

Brown mengatakan kepada CT bahwa dia “bersyukur” atas pernyataan itu, serta langkah-langkah lain yang dilakukan oleh KE dan pengacaranya, termasuk mempertimbangkan untuk menahan dana pensiun Boto.

“Hal ini sudah lama sekali, dan ini hanya satu langkah yang sangat kecil, dan masih banyak lagi yang dibutuhkan,” katanya, “tetapi saya berharap ini bisa menjadi awal dari era baru terkait bagaimana KE berhubungan dengan para penyintas pelecehan seksual yang dilakukan pendeta SBC.”

Komisi Etika dan Kebebasan Beragama SBC juga disebutkan dalam surat Boto tahun 2006 kepada Brown, dan presiden SBC yang sekarang, Brent Leatherwood, setuju untuk menyangkal dan menolak nasihat tersebut.

“Entitas ini sudah lama tidak sepakat dengan nasihat Tuan Boto di masa lalu, karena kami telah berusaha untuk belajar, melayani, dan menjadi advokat bagi para penyintas. Dengan apa yang kami ketahui sekarang, sangatlah mengerikan bahwa hal ini pernah diajukan sebagai nasihat hukum,” komentarnya kepada CT. “Akan tetapi inilah yang Anda dapatkan ketika Anda melihat individu-individu yang meminta bantuan sebagai ‘calon penggugat,’ daripada sebagai sesama yang pantas mendapatkan perhatian dan dukungan kami.”

Namun para penyintas menginginkan lebih dari permintaan maaf yang mereka terima di masa lalu dan menunggu perubahan berani pada pertemuan tahunan atau sebelum itu. Namun, tanda-tanda awalnya cukup menggembirakan.

“Hasilnya … sebaik yang kami harapkan dalam pertemuan semacam ini,” kata Todd Benkert, seorang pendeta Indiana dan pengacara penyintas. Dia melihat perlunya perubahan lebih lanjut, tetapi juga ada tanda-tanda harapan, menyebut pernyataan itu sebagai “langkah penting” dan menggambarkan pengacara yang baru “sangat baik.”

Pertemuan KE hari Selasa dimulai dengan pertemuan informasi, tetapi para pengurus memilih untuk menjadikannya pertemuan yang membahas perkara ini sehingga mereka dapat secara resmi menyetujui pernyataan yang disajikan oleh para pengacara dan mendukung tanggapannya. Biasanya ada 86 pengurus, yang dipilih untuk masa jabatan empat tahun, tetapi KE mengurangi jumlahnya menjadi 68setelah adanya gelombang pengunduran diri karena lingkup penyelidikan Guidepost. Ada enam puluh orang hadir dalam pertemuan tersebut.

Besen, sang pengacara, juga telah mendesak organisasi ini untuk fokus pada langkah selanjutnya.

“Jalan yang membawa kami kepada momen ini sangatlah buruk. Ada banyak penilaian jelek dan lemahnya kepemimpinan yang membawa kami ke sini. Akan tetapi saya percaya bahwa memperdebatkan tentang keputusan-keputusan masa lalu dan mengganti para pengurus tidak akan membantu kita. Memperdebatkan tentang materi yang diistimewakan dan apakah pengabaian itu tepat atau tidak, bukanlah masalah yang perlu kita hadapi hari ini,” katanya kepada para pengurus. “Kita di sini. Kita punya laporannya. Itulah yang perlu kita fokuskan dan bagaimana kita bergerak maju dari sini.”

Diterjemahkan oleh: Denny Pranolo

-

[ This article is also available in English. See all of our Indonesian (Bahasa Indonesia) coverage. ]

January/February
Support Our Work

Subscribe to CT for less than $4.25/month

Read These Next

close