Jump directly to the Content

News&Reporting

George Floyd Meninggalkan Warisan Injil di Houston

Sebagai sosok yang tenang, "Big Floyd" membuka peluang pelayanan di proyek perumahan bersubsidi Third Ward.
|
EnglishespañolPortuguêsFrançais简体中文한국어繁體中文
George Floyd Meninggalkan Warisan Injil di Houston
Image: Nijalon Dunn / Courtesy of Resurrection Houston

Sebagian besar orang mengenal sosok George Floyd dari sebuah rekaman video yang diambil pada detik-detik terakhirnya hidupnya. Namun di Third Ward, Houston, mereka mengenal Floyd selama masa hidupnya — seorang mentor bagi generasi pria muda dan “sosok yang tenang” yang membawa masuk pelayanan ke daerah itu.

Sebelum pindah ke Minneapolis saat mendapat kesempatan kerja melalui program kerja Kristen, pria berusia 46 tahun ini menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Third Ward yang sebagian besar populasinya adalah orang kulit hitam, di mana ia dipanggil "Big Floyd" dan dianggap sebagai "OG" — pemimpin komunitas dan orang yang disegani, kata rekan sepelayanannya.

Floyd menyuarakan tentang pemutusan siklus kekerasan yang ia lihat terjadi di antara kaum muda dan menggunakan pengaruhnya untuk membawa pelayanan dari luar masuk ke daerah itu untuk melakukan pemuridan dan penjangkauan, khususnya dalam proyek perumahan Cuney Homes, yang oleh orang-orang setempat ...

Subscriber access only You have reached the end of this Article Preview
To continue reading, subscribe now. Subscribers have full digital access.
Already a CT subscriber? for full digital access.
September
Support Our Work

Subscribe to CT for less than $4.25/month

Read These Next

close
hide this
Access The Archives

Member-Only Access

Subscribe to Christianity Today to continue reading this article from CT's digital archives.

Subscribe

Already a subscriber? to continue reading.